Disneyland 1972 Love the old s
Date :23/10/18<<>>Time :18:33
HomeAbout meWisata dan kuliner kotawonosoboUpdate postGuestbook
"Isy ma syi'ta fainnaka Mayyitun, Wahbib ma syi'ta fainnaka Mufarroquhu, Wa'mal ma syi'ta fainnaka Majziyun bihi"
(hiduplah sesuka hatimu tetapi (ingat) engkau pasti akan mati.Cintailah siapa pun yang ingin engkau cintai,tetapi (ingat) engkau pasti akan berpisah darinya.Berbuatlah sesuka hatimu,tetapi (ingat) engkau pasti akan mendapatkan balasannya)

KHUSYUK DALAM SHOLAT

Secara Lughah khusyu' berarti rendah diri atau mendekati rendah diri. Menurut pengertian ini khusyu' itu terdapat pada suara penglihatan ketenangan dan kerendahdirian. Sedangkan pengertian khusyu' menurut syara' adl rendah diri. Rendah diri ini kadang-kadang berada dalam hati dan kadang-kadang  berasal dari anggota tubuh seperti diam. Adapun dalil yg menguatkan bahwa khusyu' itu pekerjaan hati adl hadis Ali ra "Khusyu' itu berada dalam hati" hadis "Sekiranya sanubari hati orang ini khusyu niscaya anggota tubuhnya menjadi khusyu" dan hadis do'a mohon perlindungan "..dan aku mohon  perlindungan kepada-Mu dari sanubari hati yg tidak khusyu." Apakah khusyu' dalam salat itu wajib?Dalam masalah ini ulama berbeda pendapat. Menurut al-Ghozali khusyu' itu wajib. Beliau menguraikan argumentasinya secara panjang lebar -untuk menguatkan pendapatnya- dalam kitab 'Ihyaa' Ulumuddin'.  Akan tetapi menurut Jumhur Ulama' khusyu' itu tidak wajib. Bahkan Imam an-Nawawi mengklaim adanya Ijma' yg tidak mewajibkan khusyu'. Hadis-Hadis yg Menganjurkan Seseorang agar Berlaku Khusyu' dalam Salatnya

Dari Abu Hurairah ra berkata "Rasulullah saw melarang seseorang meletakkan tangannya pada lambungnya" hadis berasal dari Imam Muslim.

Maksud dari larangan hadis tersebut adl hendaknya seseorang tidak meletakkan tangan baik yg kiri maupun yg kanan pada lambungnya ketika dia sedang melakukan salat sebagaimana penjelasan yg disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani terhadap hadis tersebut. Kemudian apa hikmah dari larangan itu?  Maka dalam hal ini Rasulullah saw menjelaskannya dalam hadis yg diriwayatkan Aisyah ra "Bahwa hal itu adl pekerjaan orang Yahudi dalam salat mereka". Sebab umat Islam itu dilarang keras utk menyerupai orang- orang Yahudi dalam semua gerak-gerik mereka.

Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda "Apabila hidangan makan malam telah disiapkan maka mulailah menyantap makanan itu sebelum anda salat Maghrib".

Hadis tersebut menurut Jumhur Ulama' menunjukkan sunnahnya mendahulukan makan malam atas salat. Karena hal itu akan bisa mengarahkan seseorang berkonsentrasi dalam salatnya. Bahkan menurut ulama yg lain agar sanubari hati itu tidak tergoda dgn makanan yg sudah tersediakan tersebut. Di samping itu  ada beberapa atsar sahabat yg menjelaskan tentang ta'lil dilarangnya mendahulukan salat ketika makanan sudah dihidangkan. Di antaranya adl atsar yg dikeluarkan oleh Ibnu Abu Syaibah dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas "Bahwa keduanya pernah sedang makan sementara didapur api nya masih terdapat daging  yg sedang dibakar lalu sahabat yg melakukan adzan tersebut ingin melakukan iqamah utk salat tiba- tiba Ibnu Abbas berkata kepadanya 'Jangan terburu-buru' kita tidak melakukan salat selama dalam hati kita masih ingat sesuatu." Dalam riwayat yg lain disebutkan "Supaya tidak memalingkan perhatian  kita dalam salat." Disebutkan pula dari Hasan bin Ali as bahwa dia berkata "Makan malam sebelum salat itu bisa menghilangkan jiwa yg suka mencela." Jika waktu salat tinggal sedikit apakah disunnahkan pula mendahulukan makan atas salat? Kesunnahan seperti itu dilakukan apabila waktu salat masing  panjang. Namun jika waktu salat tinggal sedikit maka menurut Jumhur Ulama' dia mendahulukan salat atas makan. Hal ini dimaksudkan utk menjaga waktu salat agar tidak lewat. Kandungan Hadis Dari hadis no. 2 di atas bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut a. Hadirnya makanan seperti itu bisa menjadi  uzur utk meninggalkan salat jama'ah. Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa apabila hidangan makan malamnya telah disiapkan dan dia mendengar bacaan Imam dalam salat maka dia tidak berdiri sampai dia selesai makan.b. Hal- hal selain makanan bisa dianalogikan dgn makanan selama mempunyai ilat yg  sama yaitu apabila dia mengakhirkan melakukan sesuatu itu hatinya menjadi terganggu ketika salat. Maka sebaiknya melakukan sesuatu itu sebelum salat.Dan di sini yg perlu diperhatikan betul adl bahwa sesuatu itu telah diperbolehkan secara tegas bahkan dianjurkan oleh Syara'. Akan tetapi apabila  sesuatu itu tidak dianjurkan oleh Syara' maka mendahulukan salat lbh baik daripada melakukan atau melanjutkan sesuatu itu. Contohnya adl menonton sinetron berbincang-bincang dgn kawan atau kerabatnya. Karena itu mendahulukan salat lbh baik daripada menonton sinetron atau mengobrol lbh dahulu dgn  kawan atau kerabatnya baik waktu salat tinggal sedikit atau masih panjang.

Dari Aisyah ra berkata "saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang menoleh dalam salat?" Kemudian Rasul saw menjawab "Menoleh itu adl suatu keteledoran seseorang akibat ulah syetan dalam salat seorang hamba" Menurut riwayat at- Tirmidzi dan menshahihkannya "Janganlah anda menoleh dalam salat krn itu adl kebinasaan. Apabila anda harus melakukannya maka lakukanlah dalam salat sunnah"

Seseorang yg sedang melakukan salat dimakruhkan menoleh ke kanan dan ke kiri. Karena pada dasarnya dia sedang menghadap Tuhannya. Sementara itu syetan selalu mengintip dan mencari- cari kelengahan orang itu. Jika seseorang dalam salatnya menoleh ke kiri dan ke kanan berarti dia telah masuk perangkap  syetan. Menurut Jumhur Ulama' menoleh itu dimakruhkan krn bisa mengurangi khusyu' salat. Namun apabila menolehnya itu sampai memalingkan dadanya atau seluruh lehernya dari kiblat maka hal itu bukan lagi makruh melainkan bisa membatalkan salat. Hal ini berdasarkan pada hadis Abu Dzar "Allah SWT  selalu menghadap kepada seorang hamba dalam salatnya selama dia tidak menoleh apabila dia memalingkan wajahnya maka Allah pun 'pergi'."

Sumber Subulus Salaam Muhammad bin Ismail as-Shan'ani Al-Islam

WALLAHU A'LAM


<<=BACK
Bermakmum pada imam yang tidak faseh
NEXT=>>
Tiga gerakan yang membatalkan sholat